Trip
from Besuki to Dolo Fall is about 4 kilometers. This waterfall is at altitude
1.850 meters above sea level. By the road end, adventure continues to natural
designed pathway into green forest to the waterfall with singing of wild birds.
About 10 minutes walking, slashes of waterfall will be clearly heard. The most
unforgetable moment will be yours!
Banyak
air terjun menawan yang menghias sisi barat Kabupaten kediri dan terserak di
rimbunnya hutan Pegunungan Wilis. Tersebutlah Air Terjun Dolo, Air Terjun
Ironggolo, Air Terjun Ngleyangan, dan Air Terjun Parijotho yang baru saja
ditemukan. Berada di Kawasan Wisata Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, yang
berjarak kurang lebih 25 kilometer dari Kota Kediri, Air Terjun Dolo menawarkan
sensasi dan keindahan air terjun beserta kawasan hijaunya nan perawan.
Pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi pun terbilang sangat indah dan
mudah.
Saat
mencapai Besuki, kita bisa menikmati panorama Kota Kediri dari jauh dan
pemandangan sekitar Desa Jugo yang asri dengan beberapa menara pemancar relay
televisi dan telepon seluler menjulang menyeruak hijaunya lingkungan. Disana
kita juga bisa temukan Air Terjun Ironggolo yang bertrap-trap alami di teduhnya
rerimbunan pinus dan hutan beserta hembusan angin segar pegunungan, suara alam
yang unik, dan sesekali kabut tipis yang dingin.
Sejenak
bersantai di warung sebelum melanjutkan perjalanan ke Dolo sambil bercengkerama
dengan masyarakat sekitar dan beberapa pecinta alam memberi informasi bahwa di
kawasan ini juga menjadi point pendakian dengan menuju Margopasar, salah satu
puncak dari Pegunungan Wilis sisi timur. Selain itu, terdapat keberadaan bekas
lapangan terbang Jepang di masa penjajahan dan Situs Batu Tulis yang seringkali
dikunjungi wisatawan, utamanya dari Bali. Andai waktu mencukupi, pasti rasa
penasaran membawa kesana.
Selanjutnya,
perjalanan menembus hutan tropis untuk mencapai Dolo membawa kita menikmati
keindahan alam dengan di kiri-kanan dapat kita lihat tumbuhan liar dan tebing
kokoh. Sampai di titik pemberhentian, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki
menuju air terjun. Akses jalan yang terbuat dari bebatuan andesit memberikan
kesan terpadu dengan lingkungan. Terlebih, kicau burung liar dan kokok ayam
hutan sesekali terdengar semakin menambah suasana back to nature.
Langkah
kaki selama kurang lebih 10 menit menyusur anak tangga mengular membawa kita
pada suara gemericik air terjun yang seolah menarik kita untuk segera
mencapainya. Nafas yang lepas terisi udara segar pegunungan pun memberikan
sensasi tersendiri hingga akhirnya mencapai hempasan air setinggi kurang lebih
125 meter terhujam ke dasar.
Letak
kawasan air terjun ini lebih kurang 1.800 meter di atas permukaan air laut. Air
yang menempel di dinding padas meluncur deras hingga dasar dan mengalir
melewati dua tingkatan sehingga memungkinkan menjadi tempat merendam kaki,
badan, ataupun hanya merasakan sejuk butiran-butiran air segar menyeka wajah.
Semua menjadi sensasi mengesankan di Air Terjun Dolo.
Sebelum
beranjak pulang, bunga anggrek hutan yang dijajakan di beberapa kios di Besuki
menjadi alternatif buah tangan khas disini. Kuliner dengan menu pedesaan berupa
nasi jagung, sayur asem, beserta ikan asin hangat dan sambal pedas tentunya
pasti terasa sedap mengisi perut yang sebelumnya dihajar rasa dingin dan lelah.
Jika pada musimnya, dapat kita temukan juga beberapa penjual menawarkan durian
hutan dengan harga sangat terjangkau untuk dinikmati di tempat ataupun dibawa
pulang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar